oleh

Fransisco Bessi: Yuliana Konay CS Tidak Berhak Dapat Tanah Warisan Esau Konay

www strikenews.id

Kupang,Pengacara Fransisco Bernando Bessi,SH.MH.CLA,selaku kuasa Hukum dari Ahli Waris Esau Konay, Dominggus Konay sebagai Ahli Waris Pengganti mengatakan bahwa Ahli waris dari Juliana Konay,Sakarias Bertolomeos Konay,Agustina Konay dan Sarci Konay tidak berhak untuk memperoleh pembagian dari  tanah warisan dari Almarhum Esau Konay dan diminta agar Jangan mengganggu ketenangan masyarakat yang telah mendiami atau telah membangun diatas Tanah yang telah berkuatan hukum tetap dari lembaga peradilah hukum di Indonesia.

 

Hal ini berkaitan dengan Permintaan dari Ahli Waris Juliana Konay CS untuk mendapatkan pembagian tanah warisan dari Esau Konay melalui Dominggus Konay sebagai Ahliwaris Pengganti  yang telah disampaikan oleh pengacara Rudi Tonubesi,SH kepada beberapa media yang telah dipublikasikan.

“Perkara Tanah Warisan Esau Konay melalui Dominggus Konay sebagai Ahli waris Penggati telah selesai karena sudah ada Putusan Pengadilan yang telah berkuatan hukum tetap”, tegas Fransico Bessi kepada awak media di Rumah tua Keluaarga besar Konay di Kuanino,Rabu 30/6/2021

Baca Juga:  Tingkatkan IPP, Pemerintah Pusat Dirikan KPP Pratama di Silangit

Fransisco Bernando Bessi, mengatakan masalah tanah di Pagar Panjang seluas 250 hektare (ha) dan Danau Ina seluas 100 ha sudah selesai dengan adanya putusan Mahkamah Agung Nomor 64 tahun 1993.

 

Fransisco mengatakan, ahli waris Esau Konay melalui Dominggus Konay sebagai Ahli Waris Pengganti pernah berperkara dengan Juliana Konay CS. Perkara tersebut merupakan seri dan kepingan terakhir dari Juliana Konay selaku penggugat atas bidang tanah Pagar Panjang dan Danau Ina.

Dalam amar putusan, lanjut Fransisco, Pengadilan mengadili dalam konvensi dan presepsi yang mengatakan, semua gugatan dari penggugat tidak lagi diterima dalam pokok perkara. Hakim juga menolak semua gugatan dari penggugat

Pasca putusan Pengadilan Negeri Kupang, pihak Juliana Konay kemudian menggugat ke Pengadilan Tinggi. Namun putusan Pengadilan Tinggi tetap mengambil alih pertimbangan hukum dari keputusan Pengadilan Negeri yang menguatkan.

Baca Juga:  Gubernur NTT Dan DPRD NTT Dinilai Tidak Jujur Kepada Rakyat NTT

Setelah ada putusan Pengadilan, katanya, pihak lain boleh mengklaim kepemilikan Tanah Pagar Panjang dan Danau Ina, namun tidak bisa mengalahkan putusan dari Pengadilan.

“Itu sah-sah saja. Tetapi saya harapkan agar  tidak ada lagi para pihak yang mengklaim tanah itu milik mereka. Karena telah diuji di Pengadilan,” lanjut Fransico Bessi sebagai pengacara yang murah senyum

Army Konay, salah satu ahli waris keluarga Konay mengatakan, pihaknya telah berada dalam sebuah lembaga peradilan yang sudah menetapkan ahli waris untuk berwenang atas objek tersebut.

“Karena itu, apa yang disampaikan kuasa hukum Juliana Konay, saya patut berterima kasih. Sebab dia ingin mempertajam dan menginformasikan kepada masyarakat bahwa tanah itu milik keluarga Konay,” kata Wakil Bupati TTS itu.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan masalah internal. Namun, seinternal  apapun yang dihadapi, Tanah Danau Ina dan Pagar Panjang sudah memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Nomor 20 tahun 2015.

Baca Juga:  Gub VBL : Perawat Profesi Mulia

“Jadi, jangan mengganggu konsentrasi masyarakat yang berada di dalam wilayah tersebut. Kita gugat hanya atas nama alih waris Esau Konay dan Dominggus Konay sebagai Ahli Waris Pengganti Esau Konay. Dan pengadilan berproses sampai selesai tanpa menolak dan tidak bertanya mana Juliana Konay dan saudara lainnya. Sehingga perkara tanah keluarga Konay sebenarnya sudah selesai,” kata Armi Konay yang juga Wakil Bupati TTS

Sementara Marthen Konay, jika tidak ada upaya kasasi Lagi oleh para Pihak yang berperkara  ke Mahkama Agung, maka perkara Tanah Danau Ina dan Pagar Panjang dinyatakan selesai di tingkat banding.

“Artinya perkara ini telah tuntas. Sekarang putusan sudah keluar dan ini putusan MA,” tegas Marten Konay.(SN/NU)

Komentar